Pemuda
Harus “Seperti Katak Di Alam Bebas”
Tantangan pemuda kini
semakin berat dan harus mempunyai bekal cukup dengan jati diri juga wawasan
luas, sehingga harus mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan. Oleh
karena itu, pemerintah yang dalam hal ini Kemenpora telah menyelenggarakan
berbagai kegiatan kepemudaan yeng berorientasi kepada pengembangan,
pemberdayaan, kemandirian pemuda untuk menepis arus “globalisasi”. Mana mungkin
pemuda akan mampu menjawab tantangan jaman ke depan, apabila mempunyai wawasan
yang sempit. Tentunya sebagai pemuda harus seperti “katak di alam bebas”.
Wawasan luas bias didapat dimana saja (keluarga, sekolah, organisasi). Pemuda
harus mempunyai integritas, kapabelitas, dan aksektabilitas, dan ketiga hal
tersebut harus “teruji” dengan pengalaman dan dukungan serta pengakuan
masyarakat dengan kemampuan memajukan diri. Kembali ke jati diri dengan
menguatkan wawasan kebangsaan yang berdasarkan 4 (empat) pilar. Harus ada
wawasan global/internasional untuk meningkatkan daya saing dengan menjadi
pemimpin di forum kepemudaan kancah internasional. Tujuannya adalah untuk
mensosialisasikan kekayaan budaya local Nusantara. Dimana banyak pulau dan
budaya local nusantara yang belum dikenal khalayak, seperti keindahan “eksotis”
pulau Raja Ampat. Selain itu juga pemuda harus mempunyai akhlak (karakter),
ilmu (wawasan luas), terampil, serta lebih kreatif. Semua itu sebagai langkah
antisipasi dan kontribusi dalam pembangunan masyarakat Indonesia dalam menepis
pengaruh globalisasi dengan akses teknologi yang mudah dapat diatasi dengan
kegiatan 4 (empat) pilar, tentunya kini sudah waktunya mempunyai badan sendiri
agar tidal terjadi tumpang tindih kewenangan. Disamping itu, pemuda perlu juga
mempunyai 7 (tujuh) sifat (jujur, ora dumeh, kreatif, ora pamrih, waras,
inovasi, dan dedikasi). Dengan tunjangan 3 (tiga) jiwa “sby” (sportif,
bijaksana, yakin kepada Tuhan YME). Dengan demikian, mari sama-sama kita “perankan”
pemuda sesuai Undang-Undang NKRI dengan landasan “NKRI akan maju dengan pemuda”. (ziz)
(Sumber : Kegiatan Wawasan
Kepemudaan, Kemenpora, Studio 7 TVRI, 18-9-2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar